Mika Panjaitan: Ganyang Covid-19 Menjadi Musuh Bersama

0 135




JAKARTA I SUMUT.CO – Pendiri Yayasan Cerdas Merah Putih, Ir. Mika Panjaitan merasa geram dengan makin banyak masyarakat  terpapar wabah Coronavirus Disease 2019 atau Covid -19 sehingga diperlukan cara lebih serius dan terukur.

"Ganyang Covid-19, intinya Corona ini menjadi musuh bersama kita sebagai bangsa," kata Mika Panjaitan kepada sumut.co di Jakarta, Sabtu (8/5/2020).

Pendiri Yayasan Cerdas Merah Putih, Ir. Mika Panjaitan. Tomson/sumut.co

Menurut Mika dengan Ganyang Covid-19 sebagai bangsa yang mengedepankan gotong royong bisa memberantas virus ini bersama-sama.

"Bekerja di rumah, belajar dirumah dan beribadah di rumah harus mejadi kewajiban bersama. Intinya disiplin diri mencegah Covid-19 berakhir," terang Mika Panjaitan yang juga Pendiri/Direktur Utama Quantum Institute (Quin).

Dikatakan Mika, Pemerintah sudah sangat luar biasa untuk menurunkan penyebaran Covid -19 seperti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah sangat tepat dan benar namun harus didukung oleh semua golongan.

"Ego sektoral, kepentingan kelompok politik harus dibuang jauh-jauh terpenting adalah bersatu untuk kepentingan bangsa dan negara  agar virus ini lenyap dari bumi pertiwi ini,"imbuhnya.

Baca Juga: Bukan Lockdown, Jokowi: Kita Beruntung Pilih Kebijakan PSBB

Lebih lanjut Mika Panjaitan mengatakan Kebijakan PSBB harus didukung masyarakat agar Covid-19 segera berakhir, namun demikian Pemerintah harus memperhatian hak-hak warganya semisal program bantuan sosial (bansos) yang selama ini tidak tepat sasaran dan menimbulkan gejolak di masyarakat.

"Kuncinya adalah kordinasi dan sinkronisasi soal validasi data. Sehingga instansi terkait duduk bersama antara Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menghasilkan data yang akurat. Ini harus menjadi evaluasi agar bansos cepat dan tepat untuk masyarakat miskin," tegasnya.

Ditambahkan Mika anggaran program bantuan sosial mencapai Rp 110 triliun dari Pemerintah Pusat meliputi Kemensos Rp 37,4 triliun untuk PKH, Rp 43,6 triliun untuk kartu sembako dan BLT Rp 20 triliun menimbulkan pangkal masalah dalam pendistribusiannya dan berpotensi penyelewengan dana bansos.

"Sejak pilkada sampai sekarang masalah klasik validasi data tidak kunjung selesai. Data ini harus menjadi perbaikan bersama," terangnya.

Seperti diketahui, keluhan warga miskin saat pandemi dengan asumsi bertambah 3,78 juta orang di Indonesia yang belum mendapat bantuan semakin masif tentu hal ini menjadi cermin kegagalan Pemerintah dan perangkatnya dalam managemen distribusi yang lemah.

"Saya sangat menyayangkan soal distribusi yang tidak tepat sasaran mengingat anggaran sangat besar," tandasnya. (Tom)

Share
Category: NasionalTags:




author
SUMUT.CO Berita Adalah Kita SUMUT NASIONAL POLITIK HUKUM EKONOMI OLAHRAGA
No Response

Leave a reply "Mika Panjaitan: Ganyang Covid-19 Menjadi Musuh Bersama"