Antropolog Unimed: Tak Ada Hubungan Ikan Mas dan Bencana

0 138




MEDAN I SUMUT.CO – Antropolog dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Erond L Damanik menegaskan, tidak ada hubungannya penangkapan ikan mas di Danau Toba dengan erupsi Gunung Sinabung ataupun bencana lainnya.

Warga menangkap ikan mas ukuran jumbo di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Istimewa/sumut.co

Hal ini dikatakan Erond L Manik menanggapi viralnya isu kaitan penangkapan ikan mas Danau Toba dengan erupsi Sinabung ini dimunculkan salah satunya akun Twitter, @_aljzair pada Senin (10/8/2020).

Akun tersebut mengaitkan erupsi Gunung Sinabung serta tragedi KM Sinar Bangun di Danau Toba yang terjadi usai kemunculan ikan mas jumbo. Dalam cuitannya, dia mempertanyakan apakah kemunculan ikan dan bencana tersebut merupakan suatu di luar nalar manusia.

"Nggak ada hubungan juga antara mitos seperti itu dengan natural error seperti Sinabung. Itu kan kebetulan saja antara itu dua hal yang berbeda," kata Erond, Rabu (12/8/2020).

Erond menegaskan cerita tersebut merupakan mitos belaka atau cerita rakyat yang disampaikan secara turun-temurun.

“Memang, kalau di dalam salah satu mitologi, terjadinya Danau Toba itu kan soal seorang laki-laki yang menangkap ikan di sungai tapi ikan itu jelmaan ikan mas," ujar Erond.

Seiring bejalannya waktu, keduanya disebut punya anak. Nah, saat melihat kelakuan anaknya, si pria ini mengumpat dengan menyebut si anak merupakan keturunan ikan.

"Si anak kemudian melapor sama ibunya 'betulkah aku anak ikan?' 'Siapa yang bilang?' 'Ayahku'. Kemudian marahlah si ibu ini, pergi dia ke puncak yang paling tinggi di sekitar Samosir dan dia berdoa kepada dewa. Turunlah hujan selama satu minggu dan lama-kelamaan terjadilah Danau Toba itu. Namun itu hanya cerita rakyat dan tak hubungannya dengan bencana," ucapnya. (Red)

Share
Category: SumutTags:




author
SUMUT.CO Berita Adalah Kita SUMUT NASIONAL POLITIK HUKUM EKONOMI OLAHRAGA
No Response

Leave a reply "Antropolog Unimed: Tak Ada Hubungan Ikan Mas dan Bencana"